My photo
Bekasi, 17 Januari 1994 SMAN 14 JAKARTA

ITS Surabaya Kembangkan Indra Pencium Elektronik

foto berita artikel
Berita membanggakan hadir kembali dari negeri Indonesia. Dosen Teknik Elektro ITS, Dr. Muhammad Rivai ST. MT. telah membuat indra pencium elektronik untuk menangkap bau seperti fungsi yang dimiliki hidung manusia. Electronic Nose, merupakan sebuah device yang dapat menirukan indra penciuman manusia dan mungkin bisa menggantikan fungsi penciuman manusia kelak.
Rivai mengungkapkan bahwa device ciptaannya tersebut mampu mengenali, mengidentifikasi, dan menganalisa aroma tertentu dengan memanfaatkan pola-pola algoritma "neural network”. Menurutnya, ide pembuatannya berasal dari iklan rokok yang memperlihatkan bagaimana seseorang dapat mengenali kualitas tembakau hanya dengan mencium aromanya. Kemudian Rivai merangkai segala pertanyaan untuk membuat konsep device pencium elektronik untuk menghasilkan analisis yang akurat dan tidak terpengaruh oleh factor yang diderita hidung manusia.
Konsep Electronic Nose adalah meniru kinerja hidung manusia, menggantikan reseptor penciuman dari hidung manusia menjadi sensor di Electronic Nose. Setiap reseptor dapat memberikan aroma yang berbeda, dari 16 aroma yang mampu tercium, dimana aroma tersebut diperkenalkan oleh software di dalamnya. Menurut Rivai, cara kerja Electronic Nose adalah mulai dengan memasukkan uap aroma ke dalam sensor device tersebut, lalu uap akan diekstraksi menjadi komponen penyusun uap yang diatur oleh sensor Quartz Crystal Microbalance (QCM).
Untuk menangkap uap aroma, Rivai memodifikasi osilator dan memberi lapisan zat kimia dalam sensor, seperti polyethylene glycol. Electronic Nose ini dilengkapi dengan 32 sensor dan device Electronic Nose ini akan dikembangkan ke level menganalisis aroma urin sehingga dapat mengetahui kesehatan ginjal dan saluran kencing. Rivai berharap, device Electrnic Nose yang dibuat dengan modal 10 juta tersebut dapat membantu kehidupan manusia nantinya.

No comments:

Post a Comment


ShoutMix chat widget